Cium Tangan Bolak Balik, Salah Satu Kebiasaan Santri

Bersalaman atau berjabat tangan merupakan salah satu sunah nabi,Nabi SAW  bersabda “Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan,kecuali akan diampuni(dosa-dosa)mereka berdua sebelum.mereka berpisah.”(HR.Abu Daud,Turmudzi,Ibnu Majah dan Ahmad).

Hadis tersebut juga memberi pengertian bahwa berjabat tangan akan menggugurkan dosa.

Didalam pesanten bersalaman merupakah hal yang tidak bisa ditinggalkan,para santri sudah diajarkan untuk selalu bersalaman apabila bertemu dengan guru,orang tua,saudara dan juga teman.Seorang santri biasa bersalaman dengan cara mencium tangan orang yang dihormatinya atau orang yang lebih tua darinya. Berjabat tangan kepada kedua orangtua dengan cara menciumnya tentu berpahala lebih hebat lagi. Begitu juga bersalaman dengan guru dengan merendahkan badan sebagai lambang menghormati ilmunya, tentu akan bertambah-tambah pahalanya di sisi Allah SWT.

Termasuk menjabat tangan ulama.  Nabi SAW bersabda dalam hadits yang dikutip oleh Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam Lubab al-Hadits, “Barangsiapa yang menjabat tangan seorang ulama, maka seolah-olah ia menjabat tanganku.”

Bagi seorang santri,mencium tangan merupakan hal yang lumrah.Meraka sudah biasa melakukan hal itu kepada kyai,guru,orang tua,atau orang yang lebih dewasa.Mencium tangan saat bersalaman merupakan bentuk penghormatan kepada orang tersebut.

Kebiasaan yang sering dilakukan santri kepada kyainya adalah dengan mencium tangannya,hal ini merupakan cara dari santri dalam menghormati para ulama dan ini juga sebagai bentuk sikap takzim santri kepada ulama.

Dalam bersalam dengan para guru dan ulama,santri memiliki praktek cium tangan yang khas,yaitu cium tangan outside dan inside,cium tangan dhohir dan bathin,cium tangan bagian luar dan bagian dalam alias cium tangan bolak balik.

Cara cium tangan seperti ini dilakukan santri dengan tujuan tabarukan atau ngalap barokah.

Para santri akan merasa sangat bahagia apabila mendapat kesempatan untuk bersalaman dan mencium tangan ulama  khos yang masyhur.Para santri juga rela menunggu dengan antrean yang lama dan panjang demi bisa untuk mendapat bersalaman dengan ulama.

Baca Juga:  Pesantren dan Kemandirian Bangsa

Budaya salaman dengan cium tangan merupakan hal yang kita ketahui secara umum.Berbeda dengan cium tangan yang dilakukan santri,santri memiliki cara mencium tangan yang khas,yaitu mereka biasa bersalaman dengan para ulama dengan cara membolak balikan tangan ulama atau guru tersebut.

Hal inilah yang mungkin dianggap agak unik oleh khalayak umum yang memang belum begitu kenal dengan budaya santri di Indonesia, khususnya santri dikalangan NU.

Bukan hanya santri, yang sudah berpangkat kyai pun ketika bertemu dengan gurunya atau pun ulama khos yang lainnya pun akan berperilaku demikian.

Karena pada dasarnya kyai pun selamanya adalah santri bagi para gurunya dan ulama-ulama yang lebih sepuh.

Cium tangan bolak balik bukan sebuah bentuk pengkultusan atau penyembahan, seperti anggapan sebagian kalangan dari  beberapa aliran dalam islam.

Namun,cium tangan bolak balik adalah sebagai bentuk mahabbah, adab, dan mengikuti akhlak-akhlak tabarruk para sahabat Nabi, dan ulama-ulama terdahulu. []

Dzifa Lailia Adha
Mahasantri Ma'had Aly Ponpes Futuhiyyah Mranggen Demak sebagai mahasantri penerima Beasiswa Cendekia Baznas

    Rekomendasi

    kemarahan dan agama
    Opini

    Kemarahan dan Agama

    Kemarahan dan Agama: keduanya merupakan unsur yang tak dapat disatukan bagaikan air dengan ...

    Tinggalkan Komentar

    More in Santri