tokoh pamit dari medsos

Ada yang aneh dari akun Instagram dari seorang tokoh yaitu Gus Nadirsyah Hosen. Tertulis, mulai tanggal 15 Juni 2020 nanti akun tersebut akan non-aktif sampai info selanjutnya. Bahkan akun twitter Gus Nadir pun sudah tak bisa diakses lagi.

Dengan demikian, bisa dipastikan dalam beberapa pekan ke depan, kita tak dapat berinteraksi dengan Gus Nadir via media sosial. Tak dapat lagi kita jumpai tulisan atau candaan beliau di lini masa Twitter atau Instagram dan hal tersebut berlangsung hingga dalam waktu yang tidak ditentukan.

Tak ada alasan pasti mengapa Gus Nadir menutup akun media sosialnya. Artikel yang ditulis oleh Tajwini Tahari pada laman alif.id juga tidak menjelaskan alasan tersebut.

Tirto.id pernah merilis artikel tentang para pesohor yang pernah menutup akun media sosialnya. Tercatat ada nama Ed Sheeran, Justin Bieber, hingga Demi Lovato pernah melakukan hal serupa. Ada yang menutup sementara dalam beberapa bulan hingga hitungan hari saja. Mayoritas sebab dari ditutupnya akun media sosial itu akibat banjirnya komentar bernada kebencian hingga nyinyiran.

Tak hanya itu. Dilansir dari Kumparan, tokoh atau pesohor, dalam negeri macam Sarah Sechan telah menutup akun media sosialnya sejak Maret 2017. Seorang menteri sekaliber Nadiem Makarim juga tak punya media sosial, meski perusahaan rintisannya menghubungkan banyak orang.

Mengapa beliau melakukan hal di atas? Wajarkah bila seorang tokoh undur diri sementara dari interaksi media sosial?

Saya teringat perkataan guru saya. Beliau berkata bahwa usahakan meluangkan waktu muhasabah diri. Hal itu bisa dilakukan dengan cara apa saja. Menyepi seorang diri, menjauhi tempat-tempat yang ramai, atau bila perlu tidak berinteraksi di media sosial. Secara sederhana, beliau berkata sampai kapan kita pegang pengeras suara tanpa pernah mau jadi pendengar.

Baca Juga:  Tawasul (di Medsos) Sebagai Ikhtiar Melawan Pandemi

Kiranya wajar saja bila seseorang menutup akun media sosialnya untuk sementara waktu. Tak peduli ia seorang pemuka agama atau bahkan artis sekali pun.

Rehat dari media sosial bisa jadi solusi untuk menjaga kesehatan pikiran dan jiwa. Situs jejaring sosial yang awalnya digunakan untuk menghubungkan orang yang berjauhan, perlahan dibanjiri dengan hal-hal negatif semacam berita palsu hingga komentar-komentar miring.

Memang disayangkan bila seorang tokoh menutup akun media sosialnya. Masyarakat akan merindukan ilmu, informasi atau sekadar sapaan dari tokoh yang diidolainya. Apalagi sekarang informasi begitu berseliweran hingga sulit menentukan mana informasi yang benar dan mana yang bukan.

Namun, kiranya seseorang juga perlu waktu untuk ia gunakan sendiri, tanpa gangguan atau interupsi dari siapa pun. Kaum milenial menyebutnya me time.

Dalam sebuah dialog pada film Kung Fu Panda 3, master Shifu bertanya pada Po. Sebuah pertanyaan yang membutuhkan waktu 40 tahun bagi master Oogway untuk menjawabnya. Pertanyaan itu adalah siapa saya (who am I).

Jadi, siapa saya? Siapa Anda? Siapa kita diantara banjirnya informasi atau interaksi? Mungkin rehat dari media sosial sambil melakukan perenungan adalah jawabannya. Wallahu a’lam. [HW]

Hanif Nanda Zakaria
Penulis Buku "Bang Ojol Menulis" Alumnus Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

    Rekomendasi

    Tinggalkan Komentar

    More in Opini