Berjilbab menurut Syariat Islam

Jilbab merupakan salah satu cara perempuan untuk menutup auratnya. Jilbab adalah salah satu tren yang menarik dan banyak di minati di kehidupan sosial keagamaan. Banyak perempuan yang sekarang menjelma sebagai komunitas hijabers. Bahkan saat ini sudah banyak festival atau kegiatan perempuan muslimah berjilbab dengan berbagai model. Tetapi, Perlu di ketahui jilbab adalah hijab seorang perempuan, tetapi hijab belum tentu menjadi jilbab.

Secara bahasa, hijab artinya penghalang atau penutup. Secara istilah, hijab adalah segala hal yang menutupi hal – hal atau sesuatu yang dituntut untuk ditutupi atau terlarang untuk menggapainya. Bisa dikatakan kalau hijab itu bisa jadi pembatas atau pembeda antara laki – laki dan perempuan. Sedangkan, pengertian jilbab adalah sesuatu untuk menutupi bagian atas atau untuk menutupi seluruh tubuh yang tidak membentuk lekuk tubuh, bisa berupa gamis yang longgar selujur badan. Jadi kita bisa menyimpulkan kalau hijab dan jilbab itu sangat berbeda.

Di zaman sekarang ini banyak remaja – remaja yang mensalah gunakan pemakaian jilbab, memakai jilbab yang tidak sesuai dengan syariat islam. Contohnya seperti, sekarang ini banyak yang memakai pakaian atau baju dan celana ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Ada juga yang memakai gamis tetapi jilbabnya di sampirkan di leher dan memuat model – model yang lagi trend, tidak menutupi dadanya, sehingga dadanya keliatan menonjol dan terlihat bentuknya. Kalau menurut saya, itu karena mereka kurang paham, bagaimana cara memakai jilbab menurut syariat islam. Mereka hanya sekedar memakai jilbab dan hanya mengikuti trend saja. Ada juga yang sudah paham tentang berjilbab menurut syariat islam, tetapi mereka belum menjalankannya hanya karena alasan belum siap menjalankannya. Padahal sudah jelas bahwa Allah mewajibkan perempuan untuk memakai jilbab yang seusai dengan syariat islam dan Allah juga tidak melihat akhlak seseorang baik atau buruk. Lalu bagaimana jilbab yang sesuai dengan syariat islam itu?

Baca Juga:  Jilbab, Hijab dan Kesalehan (2)

Allah sudah memerintahkan wanita untuk memakai jilbab yang sesuai dengan syariat islam atau yang menutup aurat, sesuai dengan surat An-Nur ayat 31 yang sebagaimana dituliskan sebagai berikut. “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”

Perintah berjilbab juga termasuk kedalam surat Al – Ahzab ayat 59, yaitu Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (QS. Al Ahzab: 59). Jadi jilbab – jilbab yang sesuai dengan syariat islam, yaitu yang tebal tidak menerawang, tidak ketat, dan menutup seluruh badan. Menurut saya, hal yang bisa di lakukan untuk menanamkan pemahaman atau ketidaksadaran perempuan masalah jilbab dengan memberikan pengetahuan tentang jilbab, apa itu jilbab, apa manfaat jilbab, apa akibat tidak menggunakan jilbab dan cara menggunakan jilbab.

Pemahaman itu semua bisa di mulai sejak dini atau di beri wawasan sejak dini, agar kelak tidak mensalah gunakan pemakaian jilbab. Peran orang tua juga sangatlah penting adalah memberi wawasan tentang jilbab sejak dini, mengapa? Karena memakai jilbab menurut syariat islam bukanlah hal yang mudah. Apalagi kalau anak tersebut sudah terbiasa memakai pakaian yang terbuka. Jadi disini peran orang tua sangatlah penting dan harus sabar dalam mendidik anak sejak dini agar memakai jilbab yang benar dan baik menurut syariat islam. []

Nanda Alifiya Rahmawati
Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya

    Rekomendasi

    Tinggalkan Komentar

    More in Perempuan