Belajar Sains Modern

Jika menulis adalah ciptaan penting, maka menulis mengenai sains adalah keterampilan, dan menjawab pertanyaan sulit mengenai sains adalah bakat yang dimiliki segelintir orang. Mungkin, Nidhal Guessoum adalah salah satunya. Dia memadukan keterampilan menulisnya dengan sains. Sehingga karya tulisannya banyak diterima di kalangan terpelajar.

Prof. Acikgenk menyebutkan bahwa penulis merumuskan agenda literasi terkait dengan sains yang selama ini sangat terkungkung. Artinya, umat islam tidak sepenuhnya menerima dan bahkan cenderung menolak sains. Namun, faktanya sains sampai detik ini terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Umat islam-terutama para pemuda- perlu kiranya mempelajari agar tidak tertinggal jauh dari barat yang tonabate-nya sangat berkembang dalam sains dan teknologi.

Dibagian awal, Nidhal mengemukakan sejarah awal sains ditemukan. Ini tidak lepas dari peranan manusia yang diberkati akal. Dengan akal, manusia berupaya mengerti cara kerja segala sesuatu yang ada di sekitarnya. (37) ada beberapa negara kuno yang sudah banyak menemukan hal paling mendasar tentang sains. Yunani dengan teori geometri dan astronomi, Mesir dengan matematika Eukliedes dan Tiongkok dengan astronominya adalah negara kuno yang sampai saat ini terus digali peradabannya.

Manusia memperhatikan keteraturan alam hingga akhirnya, perlahan temuan itu ditemukan. Bersama kemajuan pemikiran manusia, kita bisa mengerti bahwa segala hal yang berkutat di sekitar manusia (gejala alam) mesti diatur sejumlah kaidah dan tatacara.

Nidhal memberikan langkah-langkah yang harus dilalui dalam memahami metode sains. Pertama, pengamatan atas suatu gejala. Kedua, perumusan hipotesis untuk menjelaskannya. Ketiga, pembuatan prediksi berdasarkan hipotesis untuk mengujinya. Keempat, pengujian hipotesis dengan melakukan percobaan atau pengamatan. Terakhir, pembuktian hipotesis diterima atau ditolak, kemudian kembali lagi ke awal. (60)

Baca Juga:  Benazir Bhutto, Pemimpin Perempuan Pertama Bangsa Muslim dalam Sejarah Modern

Kedua, ada beberapa hal mendasar yang harus kita ketahui tentang sains. Nidhal menaruh pembahasan ini dibagian tengah. Sebab, ini adalah inti dari segala pembahasan dalam buku ini. Fisika dasar, galaksi, bintang, planet, teori big bang, evolusi manusia terurai dengan rinci dalam bagian ini. Bahkan, dilengkapi dengan beberapa gambar agar para pembaca semakin paham dan mengerti setiap kata dalam buku ini.

Ketiga, hubungan sains dengan agama. Ini sudah menjadi rahasia umum bahwa ada banyak sekali pendapat yang berseberangan mengenai agama dan sains. Nidhal berhasil memadukan keduanya sehingga banyak sains modern sejalan dengan kitab suci sebagai kitab pegangan umat beragama (islam).

Hal yang patut digaris bawahi adalah; kitab suci (al-Qur’an) bukanlah buku sains, melainkan buku panduan. Ayat suci bukan menjelaskan deskripsi, melainkan sebagai pencerahan, menunjukkan gagasan yang bermakna. Kedua, menafsirkan ayat suci seringkali bersifat subjektif. Oleh karenanya, ada banyak varian dalam tafsir, tergantung kecenderungan filosofis atau pemahaman mufassir atas isi al-Qur’an. (127)

Terakhir, kesimpulan umum yang kita bisa petik dari semua ini. Semakin lama maka semakin maju dan berkembang sains. Kemajuan yang sangat pesat bisa dirasa selama 10-15 tahun terakhir. Ada banyak pengetahuan dan temuan yang berdampak pada berubahnya gaya hidup, berfikir dan beribadah. Kita bisa merasakan betul bagaimana pola hidup yang semakin lama semakin bergantung pada elektronik, temuan sains. Beruntung bilamana dengan elektronik semakin menguatkan ritual ibadah kita. Namun, rugi dan celaka jika sains mengelabui, membuat kita lalai dan terlena hingga menjerumuskan pada lubang kehancuran. Naudzubillah.

Jangan dikira bahwa Tuhan menciptakan manusia hanyalah untuk menyembah kepadaNya. Adanya alam hanya untuk membantu fungsi itu (fisik, emosional dan spiritual) agar mudah merenungi dan mengenal Tuhan. Ingatlah bahwa alam semesta jauh lebih luas dan besar dari pada pandangan kita yang terbatas. Tujuan penciptaan secara keseluruhan adalah alasan ilahi yang berada di luar kemampuan pemahaman manusia. []

Baca Juga:  Penyakit itu Bernama kebodohan

Buku             : Memahami Sains Modern (bimbingan untuk kaum muda muslim)
Penulis         : Nidhal Guessoum
Penerbit       : Qaf
Penerjemah : Zia Anshar
ISBN             : 978-602-5547-74-4
Terbitan       : Februari, 2020

Nur Azizah
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya

    Rekomendasi

    Tinggalkan Komentar

    More in Pustaka