Apa Tujuan Penciptaan Bintang dan Planet Selain Bumi?

Al-Qur’an yang merupakan kitab umat Islam di dunia menjadi sumber utama dalam pengambilan hukum Islam dan juga merupakan kitab yang berisi segala sesuatu atau pengetahuan yang berhubungan dengan ciptaan sang Khaliq, Allah SWT. Begitupun dengan penciptaan alam semesta, di antaranya bintang dan planet (selain planet bumi).

Jika kita berfikir mengenai penciptaan dua hal tersebut akan timbul pertanyaan di benak kita, apa tujuan Allah menciptakan itu semua? Apa fungsi bintang? Apa fungsi planet semisal Saturnus, Pluto, dan planet lainnya? toh planet-planet itu tidak ditempati manusia, Beda halnya dengan Bulan yang sudah beberapa kali dijajah oleh kaki-kaki manusia dari berbagai Negara Sedangkan Allah menciptakan manusia adalah untuk menyembahnya, sebagaimana disebutkan dalam firmanNya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْانْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.( QS. Az-Zariyat ayat 56).

Diakui atau tidak, ciptaan Allah tersebut menyimpan segudang misteri yang tidak diketahui. Bisa jadi di planet-planet lainnya memang ada penghuninya, yang sering kita kenal dengan istilah alien, atau itu hanya sebuah cerita fiktif belaka yang bertujuan untuk menambah pengetahuan kita tentang betapa luasnya ciptaan Allah yang bernama alam semesta ini. Terlepas dari pernyataan-pernyataan mengenai bintang ataupun planet Merkurius dan kawan-kawannya itu, hanya  satu hal yang kita patut ingat, yaitu bahwa Allah Maha Besar dengan segala kekuasaan-kekuasaan-Nya.

Tanpa kita sadari beberapa hal tersebut yang sedang berkecamuk dalam pikiran kita sudah terjawab dalam Al-Qur’an sebelum kita menyadarinya. Karena segala sesuatu yang diciptakan Allah tidak pernah ada yang sia-sia, angin saja sebagai makhluk yang tidak nampakpun diciptakan untuk menerbangkan pesawat atau hal lainnya. Begitupun dengan bintang dan planet-planet yang penciptaannya pasti memiliki fungsi.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ  الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. [Ali ‘Imran/3:190-191].

Ayat tersebut sering digunakan sebagai rujukan oleh para penulis dan peneliti mengenai penciptaan alam semesta. Memang benar jika kita menggali lebih lanjut mengenai fungsi penciptaan Allah yang kita anggap tidak berfungsi ternyata juga memiliki peran dalam kehidupan alam semesta ini. Bintang memiliki peran yang penting bagi langit yang keadaannya gelap, tanpa adanya bintang dan tata surya yang lainnya langit tidak akan seindah seperti yang kita lihat saat di malam hari.

أَفَلَمْ يَنظُرُوا إِلَى ٱلسَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَٰهَا وَزَيَّنَّٰهَا وَمَا لَهَا مِن فُرُوجٍ.

“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?”. (QS. Al-Qaf:06).

Ayat tersebut juga menjadi jawaban fungsi bintang yang bergelantungan di langit, juga menjadi jawaban bagi orang-orang yang mendustakan akan kekuasaan Allah.

Kesimpulannya bahwa Allah menciptakan segala hal itu tidak pernah ada yang sia-sia, karena segala yang diciptakan-Nya begitupun dengan bintang dan planet merupakan tanda kekuasaan Allah. Allah juga menyuruh kita sebagai orang yang beriman untuk berfikir dengan akal yang merupakan sesuatu yang sangat istimewa bagi manusia, karena ia hanya dimiliki oleh manusia tidak dengan makhluk hidup lainnya.

Dengan kata lain, akal akan mengajarkan kita bahwa alam semesta ini sangat luas sehingga iman dan pengetahuan kita akan terus bertambah. []

Fitriyah Yazid
Santriwati Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Latee II Guluk-Guluk Sumenep

    Rekomendasi

    Tinggalkan Komentar

    More in Opini