Era digital saat ini menghadapkan kita semua pada situasi yang unik, situasi yang tidak pernah kita alami sebelumnya. Atau, jika pernah kita alami, derajat pengalaman itu tidak seintensif saat ini. Saya ingin menyebutnya sebagai “situasi panoptikon”.
Viralnya peristiwa seorang kepala sekolah yang menampar siswanya karena merokok di lingkungan sekolah memperlihatkan dua penyakit sosial sekaligus: merosotnya disiplin murid dan cepatnya publik menghakimi guru. Satu sisi yang salah sudah jelas—seorang siswa melanggar aturan moral dan hukum sekolah—namun yang disorot justru guru yang menegur keras.
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat santri di berbagai pelosok tanah air kembali dibuat gusar oleh tayangan salah satu program televisi di Trans7 yang dianggap menghina dunia pesantren. Dalam segmen yang dimaksud, muncul representasi pesantren yang dilecehkan melalui candaan berbau stereotip dan pelecehan moral. Reaksi keras pun datang dari berbagai kalangan: para kiai, alumni pondok pesantre
Ketika Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan kembali bersepakat melakukan skema burden sharing dengan realisasi Rp200 triliun untuk mendanai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, banyak pihak terkejut, khawatir, bahkan ada yang langsung mengaitkannya dengan ancaman inflasi. Namun, bagi saya, hal ini sama sekali tidak mengejutkan. Mengapa? Karena pada akhirnya, semua pihak memang butu
Pada hari Sabtu, tanggal 9 Agustus 2025, Madrasah Aliyah Alfalak Pagentongan menyelenggarakan acara Kick Off dan Launching Program Pembelajaran Ilmu Falak bagi santri dan siswa Madrasah Aliyah Al-Falak Pagentongan.
Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Jawa Timur terus meneguhkan komitmennya dalam membangun kemandirian pesantren. Hal ini diwujudkan melalui Workshop Air Bersih dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren yang digelar pada Senin (7/7/2025) di Auditorium KH. Yazid Karimullah, Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Jember.
Khidmat dan Haru: MI At-Taqwa Bondowoso Wisuda 290 Santri di Pengujung Tahun Pelajaran. Takhtim As-Sanah Ad-Dirosiah ini menjadi penanda berakhirnya satu fase penting dalam kehidupan belajar para santri, sekaligus awal dari perjalanan menuntut ilmu ke jenjang berikutnya.
Mengapa Masih Ada Umat Islam yang "Jahil" di Tengah Lautan Alumni Pesantren?. "Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim).
Ramadan seringkali dianggap sebagai bulan penuh berkah, namun di sisi lain, ia juga menjadi momen yang menuntut banyak orang untuk bekerja lebih keras demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jali gelar acara tahunan, yakni haflah akhirussanah. Wajah-wajah ceria terlihat dengan sangat jelas dari para santri. Hal itu disebabkan sebentar lagi mereka akan bertemu keluarga-keluarga mereka, baik di kota maupun di desa